Pengakuan Iman dan Ancaman Maut
Daniel 3:13-18
Orang-orang Babel sangat marah, iri dan benci kepada Sadrak, Mesak dan Abednego karena mereka disertai Allah dan mendapat kedudukan yang penting di pemerintahan Babel. Ketika mereka melihat Sadrak, Mesak dan Abednego tidak mau sujud menyembah patung itu, mereka sangat bersukacita sebab telah menemukan cara untuk membinasakan Sadrak, Mesak, dan Abednego. Daniel pada waktu itu tidak sedang berada di tempat, sehingga loloslah ia dari tragedi itu.
Orang-orang Babel selalu dipenuhi oleh tiga dosa khas yaitu marah, iri dan benci. Setiap anak-anak Tuhan yang diberkati, disertai dan dilindungi Allah sangat menimbulkan kemarahan dan kebencian di hati orang-orang dunia. Mereka mencari setiap kesempatan untuk menjatuhkan orang-orang pilihan Tuhan.
Mereka membawa tiga tuntutan yang berat kepada Nebukadnezar. Tuntutan pertama, tidak menghormati raja. Tuntutan kedua, tidak berbakti kepada dewa dari sang raja. Tuntutan ketiga, tidak menyembah patung yang didirikan raja.
Ketiga tuduhan ini adalah pelanggaran atas kedaulatan dan wibawa sang raja. Ini sama dengan pengkhianatan atau subversi. Pasti dan harus dihukum demi martabat raja. Kalau Sadrak, Mesak dan Abednego hanya pegawai rendahan, pasti sudah dicampakkan langsung ke dalam api. Karena mereka pejabat tinggi yang terkenal dan dihormati, Nebukadnezar menahan kemarahannya dan memberikan kesempatan satu kali lagi.
Ternyata Sadrak, Mesak, Abednego tidak bergeming dari pengakuan iman mereka kepada Allah yang hidup. ”Jika Allah yang kami luja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu. Tetapi jika seandainya tidak, hendaklah Tuanku mengetahuinya, ya Raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku dan tidak akan menyembah patung emasyang Tuanku dirikan itu.”
Inilah pengakuan iman yang berani dan tulus. Banyak orang yang mati sahid dan menderita aniaya dalam sejarah kehidupan kekristenan yang mendapat kekuatan iman dari kisah Sadrak, Mesak dan Abednego.
Ada dua teladan iman dalam pernyataan mereka :
1.Jika Allah mau melepaskan mereka dari dapur api, Dia akan melakukannya.
2.Jika tidak, mereka tetap memegang iman mereka walau mereka harus mati dalam dapur api.
Inilah kualitas iman yang luar biasa. Tetap mempertahankan iman walau Tuhan tidak menjawab doa kita, atau melepaskan kita, atau menolong kita.
Nebukadnezar menjadi sangat marah sehingga kulit wajahnya berubah. Dalam kemarahannya, ia melakukan kebodohan. Dapur api dipanaskan tujuh kali lipat. Seharusnya, kalau diamau menyiksa Sadrak, Mesak, Abednego, api harus dikurangi supaya mereka mati perlahan-lahan.
Api yang dasyat itu justeru menewaskan prajurit-prajurit Nebukadnezar yang mengangkut Sadrak, Mesak, dan Abednego. Sadrak, Mesak dan Abednego sungguh-sungguh mengasihi Allah sehingga mereka rela mati bagi Allah daripada melepaskan ketulusan iman mereka.
Dalam kehidupan kita, ada dapur api yang dibuat iblis untuk menguji ketulusan iman kita dan cinta kita akan Tuhan. Dunia menuntut kita menyembah Allah lain berupa uang, kedudukan, pangkat, harta, dan lain-lain. Kita tidak boleh kompromikan iman kita walau ada ancaman maut sekalipun.
Waktu dapur api dipanaskan tujuh kali lipat, Sadrak, Mesak, Abednego dicampakkan dalam api, mujizat terjadi. Tali yang mengikat mereka terbakar oleh api.
Tali adalah lambang dari kuasa keraajn yang memerintah. Lambang kuasa inilah yang terbakar seperti jerami, sedangkan Sadrak, Mesak, dan Abednego , menari-nari di tengah api.
Nebudnezar melihat ada orang keempat seperti ”anak dewa” menari bersama mereka dalam api. Nebukadnezar menyebutnya ”anak dewa” karena dia tidak tahu jati diri orang tersebut. Tapi kita tahu itu adalah Yesus Kristus.
Saat-saat Sadrak, Mesak, dan Abednego diseret ke dalam api, Yesus berkata, ”Bapa, Aku akan turun ke dalam dapur api itu. Kita tidak dapat membiarkan ketiga orang itu mati tanpa menunjukkan bahwa Allah yang mereka sembah itu hidup.” Maka sebelum Sadrak, Mesak dan Abednego jatuh dalam api, Yesus Kristus telah turun ke dalam api itu. Yesus Kristus menguasai api dan memerintahkannya untuk tidak membahayakan anak-anak Allah, betapapun panasnya api itu membakar.
Bila kita menderita aniaya tetapi kita tetap teguh dalam iman dan tidak kompromi, Yesus akan turun dalam dapur api tersebut dan memadamkan kuasa api itu karena Dia berjanji ”Aku akan menyertaimu sampai kesudahan zaman.”
Selasa, 03 Agustus 2010
Senin, 02 Agustus 2010
Serial Peperangan Rohani
Pelayanan Roh
Pelayanan Rasul Paulus sangat berbeda dengan pelayanan rasul-rasul lain. Rasul Paulus banyak memberitakan Injil Kasih Karunia, di mana Ia dipakai Tuhan untuk menyatakan kepada jemaat Yahudi yang masih ingin mempertahankan Hukum Taurat bahwa Yesus Kristus telah menggantikan Hukum Taurat itu dengan Hukum Perjanjian Baru.
Dalam 2 Korintus 2:14-17, inilah pelayanan Roh yang dikerjakan Rasul Paulus. Ayat 14, Allah selalu menyediakan ”Jalan Kemenangan Kristus” dalam pelayanan Rasul Paulus yang penuh dengan tantangan dan penderitaan.
Dalam satu hari, sebelum matahari terbit, kita harus merebut jalan kemenangan ini dalam hadirat Tuhan. Dengan iman sebesar biji sesawi, kita bisa perintahkan segala masalah, persoalan, sakit penyakit, serangan kuasa kegelapan, dan lain-lain yang bagaikan gunung yang menghalangi kita untuk tercampak ke laut lepas.
Demikianlah, Rasul Paulus katakan dalam ayat 14, kehidupan kita membawa keharuman pengenalan akan Tuhan di mana-mana. Tanda pekerjaan Roh Kudus dalam hidup kita adalah bau harum yang mempermuliakan nama Tuhan.
Dalam ayat 15 dan 16, kehidupan kita dalam Roh menjadi bau harum bagi mereka yang akan diselamatkan. Melalui kehidupan anak-anak Allah, orang lain mendapatkan kesaksian, penghiburan, dan teladan. Tapi menjadi bau kematian bagi orang yang akan binasa, artinya kehidupan dalam roh membawa hukuman bagi dosa, daging dan iblis.
Ayat 17, menguraikan bahwa banyak orang yang tidak mampu bertahan dalam pelayanan roh karena harus memelihara hati yang murni di hadapan Allah, tidak boleh mencari keuntungan dari Firman Allah. Inilah yang membuat kita menjadi pelayan-pelayan Perjanjian Baru.
Mengenai pelayanan Roh, Rasul Paulus menggambarkan dengan jelas dalam 2 Korintus 3:1-8. Pelayanan Roh tidak memerlukan pujian/pengakuan dari manusia. Umat di Korintus adalah surat pujian bagi pelayanan Rasul Paulus. Sama seperti anggota keluarga/anak didik kita, kalau mereka hidup dalam Kristus, merekalah surat pujian kita. Inilah tanda kasih yang bisa kita tunjukkan bagi Kristus, ”kalau engkau mengasihi Aku, gembalakanlah domba-dombaKu.”
Kehidupan yang dipimpin Roh Kudus adalah surat Kristus yang ditulis bukan dengan tinta tapi dari Roh Allah yang hidup. Bukan ditulis pada loh batu seperti 10 perintah Allah tapi tertulis dalam loh daging yaitu hati manusia, karena hukum tertulis mematikan tapi roh menghidupkan. Inilah pelayanan perjanjian baru.
Pelayanan Loh Batu / Hukum Taurat memimpin kepada kematian, tapi kemuliaan Allah begitu cemerlang menyertainya. Musa yang berada di atas Gunung Sinai selama 40 hari untuk menerima loh batu ini, pada waktu turun dari gunung, wajahnya begitu bercahaya sehingga orang Israel tidak tahan melihatnya.
Apalagi pelayanan Roh. Kemuliaan yang menyertainya jauh lebih besar dari kemuliaan yang terpancar di wajah Musa. Kemuliaan Allah yang sama pernah tersimpan dalam tulang belulang Elisa, sehingga mayat yang kena pada tulang belulang tersebut menjadi hidup kembali. Demikianlah pengharapan mulia kita, bahwa pelayanan Roh ini akan memimpin kita dalam tubuh kemuliaan dan Kerajaan Allah yang ditegakkan di muka bumi. Haleluyah!
Pelayanan Rasul Paulus sangat berbeda dengan pelayanan rasul-rasul lain. Rasul Paulus banyak memberitakan Injil Kasih Karunia, di mana Ia dipakai Tuhan untuk menyatakan kepada jemaat Yahudi yang masih ingin mempertahankan Hukum Taurat bahwa Yesus Kristus telah menggantikan Hukum Taurat itu dengan Hukum Perjanjian Baru.
Dalam 2 Korintus 2:14-17, inilah pelayanan Roh yang dikerjakan Rasul Paulus. Ayat 14, Allah selalu menyediakan ”Jalan Kemenangan Kristus” dalam pelayanan Rasul Paulus yang penuh dengan tantangan dan penderitaan.
Dalam satu hari, sebelum matahari terbit, kita harus merebut jalan kemenangan ini dalam hadirat Tuhan. Dengan iman sebesar biji sesawi, kita bisa perintahkan segala masalah, persoalan, sakit penyakit, serangan kuasa kegelapan, dan lain-lain yang bagaikan gunung yang menghalangi kita untuk tercampak ke laut lepas.
Demikianlah, Rasul Paulus katakan dalam ayat 14, kehidupan kita membawa keharuman pengenalan akan Tuhan di mana-mana. Tanda pekerjaan Roh Kudus dalam hidup kita adalah bau harum yang mempermuliakan nama Tuhan.
Dalam ayat 15 dan 16, kehidupan kita dalam Roh menjadi bau harum bagi mereka yang akan diselamatkan. Melalui kehidupan anak-anak Allah, orang lain mendapatkan kesaksian, penghiburan, dan teladan. Tapi menjadi bau kematian bagi orang yang akan binasa, artinya kehidupan dalam roh membawa hukuman bagi dosa, daging dan iblis.
Ayat 17, menguraikan bahwa banyak orang yang tidak mampu bertahan dalam pelayanan roh karena harus memelihara hati yang murni di hadapan Allah, tidak boleh mencari keuntungan dari Firman Allah. Inilah yang membuat kita menjadi pelayan-pelayan Perjanjian Baru.
Mengenai pelayanan Roh, Rasul Paulus menggambarkan dengan jelas dalam 2 Korintus 3:1-8. Pelayanan Roh tidak memerlukan pujian/pengakuan dari manusia. Umat di Korintus adalah surat pujian bagi pelayanan Rasul Paulus. Sama seperti anggota keluarga/anak didik kita, kalau mereka hidup dalam Kristus, merekalah surat pujian kita. Inilah tanda kasih yang bisa kita tunjukkan bagi Kristus, ”kalau engkau mengasihi Aku, gembalakanlah domba-dombaKu.”
Kehidupan yang dipimpin Roh Kudus adalah surat Kristus yang ditulis bukan dengan tinta tapi dari Roh Allah yang hidup. Bukan ditulis pada loh batu seperti 10 perintah Allah tapi tertulis dalam loh daging yaitu hati manusia, karena hukum tertulis mematikan tapi roh menghidupkan. Inilah pelayanan perjanjian baru.
Pelayanan Loh Batu / Hukum Taurat memimpin kepada kematian, tapi kemuliaan Allah begitu cemerlang menyertainya. Musa yang berada di atas Gunung Sinai selama 40 hari untuk menerima loh batu ini, pada waktu turun dari gunung, wajahnya begitu bercahaya sehingga orang Israel tidak tahan melihatnya.
Apalagi pelayanan Roh. Kemuliaan yang menyertainya jauh lebih besar dari kemuliaan yang terpancar di wajah Musa. Kemuliaan Allah yang sama pernah tersimpan dalam tulang belulang Elisa, sehingga mayat yang kena pada tulang belulang tersebut menjadi hidup kembali. Demikianlah pengharapan mulia kita, bahwa pelayanan Roh ini akan memimpin kita dalam tubuh kemuliaan dan Kerajaan Allah yang ditegakkan di muka bumi. Haleluyah!
Serial Peperangan Rohani
BERNUBUAT
I Korintus 14:1-5
Jalan utama untuk memperoleh karunia-karunia rohani adalah melalui kasih (12:31, 14:1). Secara sederhana, karunia rohani atau ”charisma” berarti karunia yang melebihi kemampuan manusia, yang berasal dari Allah. Inilah kuasa/wibawa/otoritas yang diberikan oleh Allah kepada manusia untuk memampukan manusia menjalankan tugas rohani di muka bumi.
Jalan untuk memperoleh kuasa rohani ini adalah melalui kasih. Dalam ayat 14:1, Rasul Paulus menasehatkan jemaat untuk ”mengejar kasih”. Kenapa harus mengejar kasih ? Karena kasih adalah motivasi utama dalam melayani Tuhan.
Rasul Paulus berkata, ”Usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat.” Artinya adalah, sungguh-sungguh minta/belajar/tenggelam dalam pimpinan Roh Kudus sehingga kita dapat memperkatakan Firman dengan kuasa dan dengan penuh kemenangan memakai pedang roh dalam melawan setiap pencobaan.
Ayat 2 sampai 4, menguraikan perbedaan antara bahasa roh dan nubuat. Bahasa Roh artinya berkata-kata kepada Allah dengan bahasa rahasia untuk membangun diri sendiri.
Bernubuat adalah berkata-kata dalam Firman dan kuasa Roh Kudus dengan tujuan membangun, menasehati, menghibur demi pertumbuhan jemaat ke arah kedewasaan Kristus.
Ayat 5 menyebutkan bahwa orang yang bernubuat lebih berharga daripada orang yang memakai Bahasa Roh, kecuali kalau Bahasa Roh itu dapat ditafsirkan. Kenapa bernubuat lebih berharga ? Karena semua yang ada di muka bumi terjadi oleh perkataan nubuatan. ”Berfirmanlah Allah.....” maka apa yang tidak ada menjadi ada, dan apa yang tidak kelihatan menjadi kelihatan.
Dalam Yeheszkiel 37:1-14, Bangsa Israel digambarkan secara rohani seperti tulang-belulang yang amat kering. Allah bertanya kepada Yehezkiel, ”Dapatkah tulang-tulang ini dihidupkan kembali?”
Yehezkiel tidak berani menjawab, lalu Allah menyuruh Yehezkiel
bernubuat, ”Hai tulang-tulang kering, dengarkanlah Firman Tuhan. Aku memberi nafas hidup di dalammu, supaya kamu hidup kembali.”
Ada langkah-langkah yang diajarkan Allah bagi Yehezkiel untuk bernubuat supaya tulang-tulang kering ini menjadi manusia yang hidup, bahkan menjadi tentara Allah di akhir zaman.
Dengan bernubuat, terjadi mujizat langkah demi langkah dimana nafas hidup mulai masuk dalam tulang belulang itu, tumbuh urat, daging, kulit, dan masuklah nafas hdup dari keempat penjuru mata angin.
Tulang-belulang yang amat kering berubah menjadi tentara Allah di akhir zaman. Inilah hasil dari kuasa Roh yang mengurapi perkataan nubuatan orang-orang pilihan Allah.
I Korintus 14:1-5
Jalan utama untuk memperoleh karunia-karunia rohani adalah melalui kasih (12:31, 14:1). Secara sederhana, karunia rohani atau ”charisma” berarti karunia yang melebihi kemampuan manusia, yang berasal dari Allah. Inilah kuasa/wibawa/otoritas yang diberikan oleh Allah kepada manusia untuk memampukan manusia menjalankan tugas rohani di muka bumi.
Jalan untuk memperoleh kuasa rohani ini adalah melalui kasih. Dalam ayat 14:1, Rasul Paulus menasehatkan jemaat untuk ”mengejar kasih”. Kenapa harus mengejar kasih ? Karena kasih adalah motivasi utama dalam melayani Tuhan.
Rasul Paulus berkata, ”Usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat.” Artinya adalah, sungguh-sungguh minta/belajar/tenggelam dalam pimpinan Roh Kudus sehingga kita dapat memperkatakan Firman dengan kuasa dan dengan penuh kemenangan memakai pedang roh dalam melawan setiap pencobaan.
Ayat 2 sampai 4, menguraikan perbedaan antara bahasa roh dan nubuat. Bahasa Roh artinya berkata-kata kepada Allah dengan bahasa rahasia untuk membangun diri sendiri.
Bernubuat adalah berkata-kata dalam Firman dan kuasa Roh Kudus dengan tujuan membangun, menasehati, menghibur demi pertumbuhan jemaat ke arah kedewasaan Kristus.
Ayat 5 menyebutkan bahwa orang yang bernubuat lebih berharga daripada orang yang memakai Bahasa Roh, kecuali kalau Bahasa Roh itu dapat ditafsirkan. Kenapa bernubuat lebih berharga ? Karena semua yang ada di muka bumi terjadi oleh perkataan nubuatan. ”Berfirmanlah Allah.....” maka apa yang tidak ada menjadi ada, dan apa yang tidak kelihatan menjadi kelihatan.
Dalam Yeheszkiel 37:1-14, Bangsa Israel digambarkan secara rohani seperti tulang-belulang yang amat kering. Allah bertanya kepada Yehezkiel, ”Dapatkah tulang-tulang ini dihidupkan kembali?”
Yehezkiel tidak berani menjawab, lalu Allah menyuruh Yehezkiel
bernubuat, ”Hai tulang-tulang kering, dengarkanlah Firman Tuhan. Aku memberi nafas hidup di dalammu, supaya kamu hidup kembali.”
Ada langkah-langkah yang diajarkan Allah bagi Yehezkiel untuk bernubuat supaya tulang-tulang kering ini menjadi manusia yang hidup, bahkan menjadi tentara Allah di akhir zaman.
Dengan bernubuat, terjadi mujizat langkah demi langkah dimana nafas hidup mulai masuk dalam tulang belulang itu, tumbuh urat, daging, kulit, dan masuklah nafas hdup dari keempat penjuru mata angin.
Tulang-belulang yang amat kering berubah menjadi tentara Allah di akhir zaman. Inilah hasil dari kuasa Roh yang mengurapi perkataan nubuatan orang-orang pilihan Allah.
Sabtu, 31 Juli 2010
Charismatic Revelation
Revelation brings illumination and puts away darkness. The Word of God has to be settled in our heart to oppose and fight against enemy. Our heart shall not be empty because it means we don’t have the armor of God.
To be strong in the Lord and in His mighty power we have to stand firm with the belt of truth buckled around our waist, with the breastplate of righteousness in place, take up the shield of faith, the helmet of salvation, the sword of spirit and our feet fitted with the readiness to share the gospel of peace (Ephesians 6:10-17)..
There are the best wine God provided for us, the same way Jesus provided it to young couple who didn’t have anything in their marriage party. In usual custom, people brought the choice wine first and then the cheaper ones, but Jesus provided the choice wine from the beginning to the ending. Everyone in the party admired the choice wine Jesus gave.
There is one great revival God provides for us in which people shall admire God’s movement because it differs to the wine poured out before. Therefore, our mind and heart have to focus to this choice wine. Nowadays we just taste it drop by drop, but there will come time when we drink the full choice wine as well. Therefore, don’t sell cheaply our spiritual life. Don’t compromise and submit to the flesh, devil, and the world.
Revelation enlightens our life from little things to great things. Jesus said if you don’t repent and become as this child, you can’t enter The Kingdom of God. So, from the little things we have to face it with The Word, and walk in the victory everyday.
To be strong in the Lord and in His mighty power we have to stand firm with the belt of truth buckled around our waist, with the breastplate of righteousness in place, take up the shield of faith, the helmet of salvation, the sword of spirit and our feet fitted with the readiness to share the gospel of peace (Ephesians 6:10-17)..
There are the best wine God provided for us, the same way Jesus provided it to young couple who didn’t have anything in their marriage party. In usual custom, people brought the choice wine first and then the cheaper ones, but Jesus provided the choice wine from the beginning to the ending. Everyone in the party admired the choice wine Jesus gave.
There is one great revival God provides for us in which people shall admire God’s movement because it differs to the wine poured out before. Therefore, our mind and heart have to focus to this choice wine. Nowadays we just taste it drop by drop, but there will come time when we drink the full choice wine as well. Therefore, don’t sell cheaply our spiritual life. Don’t compromise and submit to the flesh, devil, and the world.
Revelation enlightens our life from little things to great things. Jesus said if you don’t repent and become as this child, you can’t enter The Kingdom of God. So, from the little things we have to face it with The Word, and walk in the victory everyday.
Jumat, 30 Juli 2010
Words of Wisdom Serial
"When a good man is hurt all who would be called good must suffer with him." Euripides
These are the days when men of all social disciplines and all political faiths seek the comfortable and the accepted; when the man of controversy is looked upon as a disturbing influence; when originality is taken to be a mark of instability; and when, in minor modification of the original parable, the bland lead the bland. John Kenneth Galbraith
"That is, in great fiction, we are moved by characters and events, not by the emotion of the person telling the story." John Gardner
"Within a single scene, . . . it seems to be unwise to have access to the inner reflections of more than one character. The reader generally needs a single character as the means of perception, as the character to whom the events are happening, as the character with whom he is to empathize in order to have the events of the writing happen to him." John Ciardi
"Our easiest approach to a definition of any aspect of fiction is always by considering the sort of demand it makes on the reader. Curiosity for the story, human feelings and a sense of value for the characters, intelligence and memory for the plot. What does fantasy ask of us? It asks us to pay something extra." E.M. Forster
If you are neutral in situations of injustice, you have chosen the side of the oppressor. If an elephant has its foot on the tail of a mouse and you say that you are neutral, the mouse will not appreciate your neutrality. Bishop Desmond Tutu
Mourn not the dead that in the cool earth lie, but rather mourn the apathetic, throng the coward and the meek who see the world's great anguish and its wrong, and dare not speak. Ralph Chaplin
These are the days when men of all social disciplines and all political faiths seek the comfortable and the accepted; when the man of controversy is looked upon as a disturbing influence; when originality is taken to be a mark of instability; and when, in minor modification of the original parable, the bland lead the bland. John Kenneth Galbraith
"That is, in great fiction, we are moved by characters and events, not by the emotion of the person telling the story." John Gardner
"Within a single scene, . . . it seems to be unwise to have access to the inner reflections of more than one character. The reader generally needs a single character as the means of perception, as the character to whom the events are happening, as the character with whom he is to empathize in order to have the events of the writing happen to him." John Ciardi
"Our easiest approach to a definition of any aspect of fiction is always by considering the sort of demand it makes on the reader. Curiosity for the story, human feelings and a sense of value for the characters, intelligence and memory for the plot. What does fantasy ask of us? It asks us to pay something extra." E.M. Forster
If you are neutral in situations of injustice, you have chosen the side of the oppressor. If an elephant has its foot on the tail of a mouse and you say that you are neutral, the mouse will not appreciate your neutrality. Bishop Desmond Tutu
Mourn not the dead that in the cool earth lie, but rather mourn the apathetic, throng the coward and the meek who see the world's great anguish and its wrong, and dare not speak. Ralph Chaplin
Serial Hikmat Dalam Kata
Orang yang hidup biasa-biasa saja adalah orang yang pasif. Dalam lingkaran hidupnya yang sempit, ia merasa dirinya sebagai majikan dari jalan hidupnya. Namun, ternyata, ia hanya berbaring tertidur dan membiarkan segala hal terjadi dalam hidupnya.
(George Orwell [Eric Arthur Blair] (1903-1950) British author Source: Inside the Whale, 1940)
Orang yang tahu bagaimana caranya menunjukkan dan menerima kebaikan akan menjadi teman yang lebih baik dari harta apapun juga (sophocles)
Orang dapat melupakan apa yang anda katakan, orang dapat melupakan apa yang anda buat, tapi orang tak dapat melupakan bagaimana anda membuat mereka dapat merasakan (Bonnie Jean Wasmund)
Dunia adalah tempat yang berbahaya untuk kita tinggali, bukan karena orang-orang yang berbuat jahat, tapi karena orang-orang tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk menghadapi hal itu (Albert Einstein)
(George Orwell [Eric Arthur Blair] (1903-1950) British author Source: Inside the Whale, 1940)
Orang yang tahu bagaimana caranya menunjukkan dan menerima kebaikan akan menjadi teman yang lebih baik dari harta apapun juga (sophocles)
Orang dapat melupakan apa yang anda katakan, orang dapat melupakan apa yang anda buat, tapi orang tak dapat melupakan bagaimana anda membuat mereka dapat merasakan (Bonnie Jean Wasmund)
Dunia adalah tempat yang berbahaya untuk kita tinggali, bukan karena orang-orang yang berbuat jahat, tapi karena orang-orang tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk menghadapi hal itu (Albert Einstein)
Langganan:
Postingan (Atom)